Sabtu, 15 Juli 2017

Biasa Namun Berarti



Aku bukanlah seorang penyair.
Aku bukanlah orang yang spesial.
Aku hanyalah orang biasa dengan pemikiran yang biasa juga.
Belum ada orang lain yang merasa hidupnya menjadi berarti atas kehadiran diriku.

Hidupku biasa-biasa saja.
Takkan pernah ada monumen yang dibangun untuk menghormatiku.
Takkan pernah ada buku sejarah yang menuliskan namaku untuk dikenang kelak.
Hingga sampai tiba saatnya aku mati, namaku akan segera terlupakan.

Aku bukanlah orang yang pintar dalam menghadapi dan menjawab segala persoalan.
Aku pernah mengalami banyak kegagalan dalam hidup ini.
Tidak hanya kegagalan dalam hal pendidikan dan pekerjaan saja, akan tetapi kegagalan dalam hal percintaan pun telah kurasakan.

Sungguhpun begitu, aku tak pernah menyesal dengan apa yang telah terjadi dalam hidupku karena ku tahu bahwa di dunia ini ada banyak sekali orang-orang merasakan nasib yang sama sepertiku.

Usiaku saat ini memang belum pantas untuk dikatakan sebagai "Lelaki Dewasa", akan tetapi banyaknya pelajaran yang kuterima dari permasalahan-permasalahan yang ku dapatkan telah membuatku bersikap dan berfikir jauh lebih dewasa dari yang orang-orang bayangkan.

Meski hidupku tidak sehebat dan sesempurna apa yang diharapkan, akan tetapi Aku tetaplah Aku dan ini adalah hidupku.

Aku bersyukur dengan apa yang telah ku miliki.
Aku relakan apa yang telah terlewati.
Aku ikhlaskan apa yang telah pergi.
Dan aku buat pelajaran setiap hal dari apa yang telah terjadi.

Semua itu kulakukan untuk perbaikan diri guna mencapai hidup yang lebih berarti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Be The Lightning, Even If It's For A Second.

Featured Post

Eps 3 : Kebohongan Sains Modern

Label

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Insta Galeri